Sabtu, 13 Oktober 2012

Wacana Pemanfaatan Bahasa Indonesia Pada Tataran Ilmiah, Semi Ilmiah, dan Non Ilmiah

A. Wacana Ilmiah
   Karya ilmiah atau scientific paper merupakan pengkajian yang telah dilakukan oleh seseorang atau sebuah tim dengan memenuhi kaidah dan etika keilmuan yang dikukuhkan dan ditaati oleh masyarakat keilmuan

  Macam-macam karya tulis ilmiah :
    Sesuai dengan ciri karya tulis yang disebutkan sebelumnya, maka karya tulis ilmiah dapat berwujud dalam bentuk makalah, artikel, laporan, skripsis, tesis, dan disertasi yang pada dasarnya dari keseluruhan tersebut merupakan sebuah produk atau hasil dari kegiatan ilmuwan

   Contoh karya tulis ilmiah :


AIDS

   AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) merupakan sebuah nama penyakit yang berarti sindroma dapatan penurunan kekebalan tubuh. Ada pula yang menyebutkan AIDS sebagai penyakit kurus dikarenakan penderitanya sangat kurus. Gejala AIDS pun sangat banyak seperti diare, demam lebih dari sebulan, dan juga menurunya berat badan dengan pesat. Dari ketiga gejala tersebut, gejala yang paling penting yaitu menurunya berat badan. Tanda-tanda lain yaitu seperti batuk lebih dari dua minggu, pembenkakakn kelenjar (ketiak, leher, dan selangkangan), sakit kepala hebat dengan leher kaku, dan bengkak-bengkak cokelat tua yang cepat menyebar di kulit.

     AIDS disebabkan oleh virus yang hidup dalam darah dan cairan tubuh lainnya. Virus ini merusak system kekebalan tubuh, sehingga tubuh tigak mampu lagi membentengi badan dari serangan berbagai penyakit. Setelah virus tersebut berada di dalam tubuh, virus bisa berada di tubuh selama bertahun tahun sebelum membuat orang itu sakit. SIapa saja bisa terkena AIDS tak peduli umur, suku, pekerjaan, maupun orientasi seksualnya apabila orang tersebut pernah melakukan hubungan seks dengan orang yang membawa virus AIDS tersebut, menyuntik atau disuntik dengan jarum kotor, atau memperoleh transfusi darah yang terkontaminasi virus AIDS maka ia juga dapat terkena AIDS. Begitu pula dengan bayi yang ibunya membawa virus AIDS

     Dari semua kasus penderita AIDS yang berhasil sembuh, ada hal hal penting yang dapat diambil. Pertama, virus HIV memang sebagai penyebab utama, tetapi juga bergantung pada kondisis fisik dan psikis dari masing masing korban. Kedua mereka yang berhasil lolos dari maut adalah mereka yang secara sadar mengubah gaya hidupnya menjadi lebih positif.


            B. Wacana semi ilmiah
             
   Wacana pada tataran semi ilmiah merupakan wacana yang karakteristikya berada di antara ilmiah dan non ilmiah. Macam-macam wacana semi ilmiah seperti artikel, editorial, opini, feature, dan reportase.
    
                Contoh wacana semi ilmiah :
         


MANIS BAGI PEJABAT
RACUN UNTUK RAKYAT

    Pemerintah pusat mulai membagi-bagikan permen yang mengandung racun. Inilah permen manis bagi pejabat yang menerima, tetapi racun karena mematikan daerah. Permen yang mengandung racun itu adalah Peraturan Pemerintah Nomor 37 Tahun 2006 tentang Kedudukan Protokoler dan Keuangan Pimpinan Anggota Dewan. Isinya mengatur tentang pendapatan pimpinan anggota DPRD yang terdiri atas uang representasi, tunjangan keluarga, tunjangan beras, uang paket, tunjangan jabatan, tunjangan panitia musyawarah, dan tunjangan panitia anggaran. Jika tiap anggota DPRD mendapat uang sebanyak Rp 80 juta, daerah harus mengeluarkan uang sebesar Rp 1,2 triliun. Hal tersebut sungguh sebagai sebuah permen yang manis sekaligus mematikan bagi daerah. Kenapa? Karena biaya untuk gaji anggota DPRD itu lebih besar daripada pendapatan asli daerah. Betapa ironis, pendapatan asli daerah minus setelah membayar gaji DPRD.
Yang jelas, peraturan pemerintah itu semakin memperbesar jurang kaya dan miskin. Di tengah meningkatnya pengangguran, di tengah bertambahnya penduduk miskin yang mencapai 100 juta orang, ada segelintir elite anggota DPRD yang jumlahnya 15 ribu orang yang semakin kayak arena peraturan pemerintah itu.


      Masih ada dampak negative lain, yaitu semakin maraknya pungutan daerah untuk menambah kas daerah. Berbagai pungutan itu diperlukan untuk menutupi deficit pendapatan asli daerah akibat membayar gaji anggota DPRD. Sudah pasti, peraturan pemerintah itu menambah bengkaknya anggaran negara yang digunakan untuk keperluan konsumtif. Padahal, tanpa adanya Peraturan Pemerintah Nomor 37 Tahun 2006 itu pun, proporsi pengeluaran rutin untuk keperluan konsumtif sudah lebih besar. Adalah menyedihkan bahwa yang bertambah bukan untuk keperluan pembangunan yang dapat menciptakan lapangan kerja dan mengentaskan rakyat dari kemiskinan.

      Dengan adanya Peraturan Pemerintah Nomor 37 Tahun 2006 itu, bertambah kuat tanda-tanda negara ini agaknya sedang disetir menjadi surga hanya bagi kaum elite, yaitu elite legislative yang bernama wakil rakyat di daerah maupun di pusat. Soal waktu saja, keluar pula peraturan pemerintah yang pada gilirannya akan menyenangkan elite yang duduk di jajaran eksekutif dan yudikatif. Maka, sempurnalah negara ini menjadi negara yang manis bagi pejabat, tetapi racun bagi rakyat (Media Indonesia, 2007:1).

   Selain itu, boleh percaya boleh tidak, anggota DPRD masih mendapat tunjangan kesejahteraan berupa pemberian jaminan pemeliharaan kesehatan, pakaian dinas, serta biaya akibat perjalanan dinas. Akibatnya, sebagai gambaran, pendapatan yang diterima ketua DPRD provinsi mencapai Rp 36,269 juta, jauh melebihi pendapatan yang diterima Ketua Mahkamah Agung (Rp 24,390 juta) dan Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (Rp 23,940 juta). Jaraknya semakin jauh bagaikan langit dan bumi, bila dibandingkan dengan pendapatan gubernur (Rp 8,4 juta), terlebih dibanding bupati (Rp 5,8 juta).Permen itu semakin manis karena sekalipun Peraturan Pemerintah Nomor 37 Tahun 2006 itu baru ditandatangani Presiden November lalu, tetapi dibuat berlaku mundur sejak 1 Januari 2006.


Wacana non ilmiah
     Karangan nonilmiah adalah karangan yang menyajikan fakta pribadi tentang pengetahuan dan pengalaman dalam kehidupan sehari-hari.

Ciri-ciri karangan nonilmiah
 1. Ditulis berdasarkan fakta pribadi
 2. Fakta yang disimpulkan subyektif
 3. Gaya bahasa konotatif dan popular
 4. Tidak memuat hipotesis
 5. Penyajian dibarengi dengan sejarah
 6. Bersifat imajinatif
 7. Situasi didramatisir
 8. Bersifat persuasive

Macam-macam  karya Tulis Non Ilmiah 
Macam-macam  karya Tulis Non Ilmiah yaitu Dongeng, cerpen, novel, drama, dan roman.

Contoh karya tulis non ilmiah
Sinopsis

   Sebelas anak Melayu Belitong yang disebut Laskar Pelangi ini tak menyerah walau keadaan tak bersimpati pada mereka. Sebut saja Lintang,seorang kuli kopra cilik, yang genius dan dengan senang hati bersepeda 80 kilometer pulang pergi untuk memuaskan dahaganya akan ilmu, bahkan terkadang hanya untuk menyanyikan lagu padamu negeri di akhir jam sekolah. Atau Mahar, seorang pesuruh tukang parut kelapa sekaligus seniman dadakan yang imajinatif, tak logis, kreatif, dan sering diremehkan sahabat-sahabatnya, namun berhasil mengangkat derajat sekolah kampung mereka dalam karnaval 17 Agustus.

  Selami ironisnya kehidupan mereka, kejujuran pemikiran mereka, indahnya petualangan mereka dan temukan diri anda tertawa, menangis, dan tersentuh saat membaca setiap lembarnya. Novel ini dipersembahkan buat mereka yang meyakini the magic of childhood memories dan khususnya juga buat siapa saja yang masih percaya akan adanya pintu keajaiban lain untuk mengubah dunia pendidikan. Di tengah upaya untuk tetap mempertahankan sekolah, mereka kembali harus menghadapi tantangan yang besar.



Sumber
 http://vanitayosi.blogspot.com/2011/10/wacana-pemanfaatan-bahasa-indonesia.html
 http://faisal69-bhuleisme.blogspot.com/2010/11/wacana-semi-ilmiah.html
 http://duanpuri.wordpress.com/2010/02/27/pemanfaatan-bahasa-indonesia-pada-tataran-ilmiah-semi-ilmiah-dan-non-ilmiah/
 http://faisal69-bhuleisme.blogspot.com/2010/10/wacana-ilmiah.html
 http://silvergrey23.blogspot.com/2010/11/wacana-non-ilmiah.html
 http://legend-of-eleven4.blogspot.com/2010/10/pemanfaatan-bahasa-indonesia-pada.html










Tidak ada komentar:

Posting Komentar