Senin, 22 April 2013

Karangan

1. Definisi
Karangan merupakan karya tulis hasil dari kegiatan seseorang untuk mengungkapkan gagasan dan menyampaikanya melalui bahasa tulis kepada pembaca untuk dipahami.


2. Macam-macam karangan, ciri-ciri, dan contoh:



  • Narasi adalah salah satu jenis pengembangan paragraf dalam sebuah tulisan yang rangkaian peristiwa dari waktu ke waktu dijabarkan dengan urutan awal, tengah, dan akhir.

         - Ciri-ciri:

  1. Terdapat peristiwa atau kejadian dalam satu urutan waktu.
  2. Di dalam kejadian itu ada pula tokoh yang menghadapi suatu konflik.
  3. Ketiga unsur berupa kejadian, tokoh, dan konflik merupakan unsur pokok sebuah narasi.
  4. Jika ketiga unsur itu bersatu, ketiga unsur itu disebut plot atau alur.

        - Contoh:

          Aku tersenyum sambil mengayunkan langkah. Angin dingin yang menerpa, membuat tulang-tulang di sekujur tubuhku bergemeretak. Kumasukkan kedua telapak tangan ke dalam saku jaket, mencoba memerangi rasa dingin yang terasa begitu menyiksa.
Wangi kayu cadar yang terbakar di perapian menyambutku ketika Eriza membukakan pintu. Wangi yang kelak akan kurindui ketika aku telah kembali ke tanah air. Tapi wajah ayu di hadapanku, akankah kurindui juga?
Ada yang berdegup keras di dalam dada, namun kuusahakan untuk menepiskannya. Jangan, Bowo, sergah hati kecilku, jangan biarkan hatimu terbagi. Ingatlah Ratri, dia tengah menunggu kepulanganmu dengan segenap cintanya.
            



  • Deskripsi adalah salah satu kaedah upaya pengolahan data menjadi sesuatu yang dapat diutarakan secara jelas dan tepat dengan tujuan agar dapat dimengerti oleh orang yang tidak langsung mengalaminya sendiri.
        - Ciri-ciri:

           1. Menggambarkan atau melukiskan sesuatu.
           2. Penggambaran tersebut dilakukan sejelas-jelasnya dengan melibatkan kesan indera.
           3. Membuat pembaca atau pendengar merasakan sendiri atau mengalami sendiri.




        - Contoh:
          Masih melekat di mataku, pemandangan indah nan elok pantai Parang Tritis. Gelombang ombak bergulung-gulung datang silih berganti menyambutku serasa ingin mengajak bermain. Air yang jernih dan pasir putih lembut yang menghampar luas tanpa ada tumbuh-tumbuhan atau karang yang menghalangi membuatku ingin kembali lagi. Di sebelah kanan-kiri, aku bisa memandang air laut sejauh mata memandang, pandai dengan bukit berbatu, pesisir serta pemandangan bukit kapur di sebelah utara pantai. Kurasakan dingin membasuh kakiku karena ombah menghempas kakiku dan terasa asin air itu ketika bibirku terkena percikan. Sepanjang aku berjalan, hampir pinggiran pantai dipenuhi oleh pengunjung wisatawan. Kulihat ada yang berlari berkejar-kejaran di bibir pantai, bermain bola, bermain dengan air, berfoto-foto dengan latar sekitar pantai. Tapi yang paling membuatku tertarik, kulihat ada beberapa turis manca negara yang menikmati keindahan pantai ini dengan naik delman. Seperti apa yang aku lihat, pantai ini memang sangat ramai pengunjung. Tak pernah sunyi pantai Parang Tritis. 



  •  Eksposisi adalah salah satu jenis pengembangan paragraf dalam penulisan yang dimana isinya ditulis dengan tujuan untuk menjelaskan atau memberikan pengertian dengan gaya penulisan yang singkat, akurat, dan padat.


      - Ciri-ciri: 

        1.  Memaparkan definisi (pengertian)
        2. Memaparkan langkah-langkah, metode, atau cara melaksanakan suatu kegiatan.



      - Contoh: 

         Parangtritis adalah nama desa di kecamatan Kretek, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Di desa ini terdapat pantai Samudera Hindia yang terletak kurang lebih 25 km sebelah selatan kota Yogyakarta. Parangtritis merupakan objek wisata yang cukup terkenal di Yogyakarta selain objek pantai lainnya seperti Samas, Baron, Kukup, Krakal dan Glagah. Parangtritis mempunyai keunikan pemandangan yang tidak terdapat pada objek wisata lainnya yaitu selain ombak yang besar juga adanya gunung-gunung pasir yang tinggi di sekitar pantai, gunung pasir tersebut biasa disebut gumuk. Objek wisata ini sudah dikelola oleh pihak pemda Bantul dengan cukup baik, mulai dari fasilitas penginapan maupun pasar yang menjajakan souvenir khas Parangtritis. Selain itu ada pemandian yang disebut parang wedang konon air di pemandian dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit diantaranya penyakit kulit, air dari pemandian tersebut mengandung belerang yang berasal dari pengunungan di lokasi tersebut. Air panas dari parang wedang dialirkan ke pantai parangtritis untuk bilas setelah bermain pasir dan juga mengairi kolam kecil bermain anak-anak. Di Parangtritis ada juga ATV, kereta kuda & kuda yang dapat disewa untuk menyusuri pantai dari timur ke barat. selain itu juga parangtritis sebagai tempat untuk olahraga udara/aeromodeling.


  • Argumentasi adalah salah satu jenis pengembangan paragraf dalam penulisan yang ditulis dengan tujuan untuk meyakinkan atau membujuk pembaca. Dalam penulisan argumentasi isi dapat berupa penjelasan, pembuktian, alasan, maupun ulasan obyektif dimana disertakan contoh, analogi, dan sebab akibat.


       - Ciri-ciri:


         1. Menjelaskan pendapat agar pembaca yakin.
         2. Memerlukan fakta untuk pembuktian berupa gambar/grafik, dan lain-lain.
         3. Menggali sumber ide dari pengamatan, pengalaman, dan penelitian.
         4. Penutup berisi kesimpulan.



       - Contoh:

          Pantai Parangtritis memang memiki keindahan eksotis yang membuat wisatawan ramai berkunjung, tetapi juga sering menelan korban. Yang disayangkan, sebagian masyarakat Indonesia masih saja menganggap peristiwa tersebut berkaitan dengan hal-hal mistis, yakni dikarenakan Ratu Pantai Selatan meminta tumbal. Padahal, ada penjelasan ilmiah di balik musibah tersebut. Para praktisi ilmu kebumian menegaskan bahwa penyebab utama hilangnya sejumlah wisatawan di Pantai Parangtritis, Bantul, adalah akibat terseret rip current. Dengan kecepatan mencapai 80 kilometer per jam, arus balik tidak hanya kuat, tetapi juga mematikan. Jadi, banyaknya korban tenggelam tidak ada kaitannya sama sekali dengan anggapan para masyarakat. Ali Susanto, Komandan SAR Pantai Parangtritis, juga menambahkan bahwa disepanjang Pantai Parangtritis juga banyak terdapat palung (pusaran air) yang tempatnya selalu berpindah-pindah dan sulit diprediksi. Kondisi inilah yang sering banyak menimbulkan korban mati tenggelam.


  • Persuasi adalah suatu bentuk pengaruh sosial. Persuasi adalah proses membimbing diri sendiri atau yang lain terhadap adopsi ide, sikap, atau tindakan dengan cara rasional dan simbolik (meskipun tidak selalu logis).
       - Ciri-ciri:
         1. Persuasi berasal dari pendirian bahwa pikiran manusia dapat diubah. 
         2. Harus menimbulkan kepercayaan para pembacanya.
         3. Persuasi harus dapat menciptakan kesepakatan atau penyesuaian melalui
         4. Kepercayaan antara penulis dengan pembaca.
         5. Persuasi sedapat mungkin menghindari konflik agar kepercayaan tidak
         6. Hilang dan supaya kesepakatan pendapatnya tercapai.
         7. Persuasi memerlukan fakta dan data.



        - Contoh:
          Pantai Parangtritis memang memiki keindahan eksotis yang membuat wisatawan ramai berkunjung, tetapi juga sering menelan korban. Yang disayangkan, sebagian masyarakat Indonesia masih saja menganggap peristiwa tersebut berkaitan dengan hal-hal mistis, yakni dikarenakan Ratu Pantai Selatan meminta tumbal. Padahal, ada penjelasan ilmiah di balik musibah tersebut. Para praktisi ilmu kebumian menegaskan bahwa penyebab utama hilangnya sejumlah wisatawan di Pantai Parangtritis, Bantul, adalah akibat terseret rip current. Dengan kecepatan mencapai 80 kilometer per jam, arus balik tidak hanya kuat, tetapi juga mematikan. Jadi, banyaknya korban tenggelam tidak ada kaitannya sama sekali dengan anggapan para masyarakat. Ali Susanto, Komandan SAR Pantai Parangtritis, juga menambahkan bahwa disepanjang Pantai Parangtritis juga banyak terdapat palung (pusaran air) yang tempatnya selalu berpindah-pindah dan sulit diprediksi. Kondisi inilah yang sering banyak menimbulkan korban mati tenggelam. Oleh karena itu, selayaknya warga masyarakat tidak lagi percaya hal-hal gaib dan bisa mengedepankan penalaran logika atau akal sehat. Pemerintah daerah pun sebaiknya memberikan pemahaman yang benar mengenai penyebab bencana laut kepada warga di sekitar pantai. Informasi tersebut dapat diteruskan kepada wisatawan guna meningkatkan kewaspadaan mereka. 


3. Definisi, ciri-ciri, serta contoh karangan ilmiah dan non ilmiah
  • Karangan ilmiah adalah karangan ilmu pengetahuan yang menyajikan fakta dan ditulis menurut metodologi penulisan yang baik dan benar. 
        - Ciri-ciri karangan ilmiah:
         1. Objektif.
Keobjektifan ini tampak pada setiap fakta dan data yang diungkapkan berdasarkan kenyataan yang sebenarnya, tidak dimanipulasi. Juga setiap pernyataan atau simpulan yang disampaikan berdasarkan bukti-bukti yang bisa dipertanggungjawabkan. Dengan demikian, siapa pun dapat mengecek (memvertifikasi) kebenaran dan keabsahannya.
          2. Netral.
Kenetralan ini bisa terlihat pada setiap pernyataan atau penilaian bebas dari kepentingan-kepentingan tertentu baik kepentingan pribadi maupun kelompok. Oleh karena itu, pernyataan-pernyataan yang bersifat mengajak, membujuk, atau mempengaruhi pembaca perlu dihindarkan.
         3. Sistematis.
Uraian yang terdapat pada karya ilmiah dikatakan sistematis apabila mengikuti pola pengembangan tertentu, misalnya pola urutan, klasifikasi, kausalitas, dan sebagainya. Dengan cara demkian, pembaca akan bisa mengikutinya dengan mudah alur uraiannya.
         4. Logis.
Kelogisan ini bisa dilihat dari pola nalar yang digunakannya, pola nalar induktif atau deduktif. Kalau bermaksud menyimpulkan suatu fakta atau data digunakan pola induktif; sebaliknya, kalau bermaksud membuktikan suatu teori atau hipotesis digunakan pola deduktif.
       5. Menyajikan Fakta (bukan emosi atau perasaan).
Setiap pernyataan, uraian, atau simpulan dalam karya ilmiah harus faktual, yaitu menyajikan fakta. Oleh karena itu, pernyataan atau ungkapan yang emosional (menggebu-gebu seperti orang berkampanye, perasaan sedih seperti orang berkabung, perasaan senang seperti orang mendapatkan hadiah, dan perasaan marah seperti orang bertengkar) hendaknya dihindarkan.
        6.  Tidak Pleonastis
Maksudnya kata-kata yang digunakan tidak berlebihan alias hemat. Kata-katanya jelas atau tidak berbelit- belit (langsung tepat menuju sasaran).
       7.  Bahasa yang digunakan adalah ragam formal.
      - Contoh karangan ilmiah: Skripsi, Tesis, Disertasi, dll.



  • Karangan non ilmiah
Karya non ilmiah sangat bervariasi topik dan cara penyajiannya, tetapi isinya tidak didukung fakta umum, ditulis berdasarkan fakta pribadi, umumnya bersifat subyektif, gaya bahasa biasanya abstrak  gaya bahasanya formal dan popular.


       - Ciri-ciri karangan non ilmiah:
       1. Emotif : kemewahan dan cinta lebih menonjol, tidak sistematis, lebih mencari keuntungan dan sedikit informasi
       2. Persuasif: penilaian fakta tanpa bukti. Bujukan untuk meyakinkan pembaca, mempengaruhi sikap cara berfikir pembaca dan cukup informative.
      3. Deskriptif : pendapat pribadi, sebagian imajinatif dan subjektif.
      4. Kritik tanpa dukungan bukti
     - Contoh karangan non ilmiah: Cerpen, Puisi, Novel, Komik, dll.

  •        Perbedaan Karya Ilmiah dengan Nonilmiah
Istilah karya ilmiah dan nonilmiah merupakan istilah yang sudah sangat lazim diketahui orang dalam dunia tulis-menulis. Berkaitan dengan istilah ini, ada juga sebagian ahli bahasa menyebutkan karya fiksi dan nonfiksi. Terlepas dari bervariasinya penamaan tersebut, hal yang sangat penting untuk diketahui adalah baik karya ilmiah maupun nonilmiah/fiksi dan nonfiksi atau apa pun namanya, kedua-keduanya memiliki perbedaan yang signifikan. Perbedaan-perbedaan yang dimaksud dapat dicermati dari beberapa aspek.
1. Karya ilmiah harus merupakan pembahasan suatu hasil penelitian (faktual objektif). Faktual objektif adalah adanya kesesuaian antara fakta dan objek yang diteliti. Kesesuaian ini harus dibuktikan dengan pengamatan atau observasi.
2. Karya ilmiah bersifat metodis dan sistematis. Artinya, dalam pembahasan masalah digunakan metode atau cara-cara tertentu dengan langkah-langkah yang teratur dan terkontrol melalui proses pengidentifikasian masalah dan penentuan strategi.
3. Dalam pembahasannya, tulisan ilmiah menggunakan ragam bahasa ilmiah. Dengan kata lain, ia ditulis dengan menggunakan kode etik penulisan karya ilmiah. Perbedaan-perbedaan inilah yang dijadikan dasar para ahli bahasa dalam melakukan pengklasifikasian.
Selain karya ilmiah dan nonilmiah yang telah disebutkan di atas, terdapat juga karangan yang berbentuk semiilmiah/ilmiah populer. Sebagian ahli bahasa membedakan dengan tegas antara karangan semiilmiah ini dengan karangan ilmiah dan nonilmiah. Finoza (2005:193) menyebutkan bahwa karakteristik yang membedakan antara karangan semiilmiah, ilmiah, dan nonilmiah adalah pada pemakaian bahasa, struktur, dan kodifikasi karangan. Jika dalam karangan ilmiah digunakan bahasa yang khusus dalam di bidang ilmu tertentu, dalam karangan semiilmiah bahasa yang terlalu teknis tersebut sedapat mungkin dihindari. Dengan kata lain, karangan semiilmiah lebih mengutamakan pemakaian istilah-istilah umum daripada istilah-istilah khusus. Jika diperhatikan dari segi sistematika penulisan, karangan ilmiah menaati kaidah konvensi penulisan dengan kodifikasi secara ketat dan sistematis, sedangkan karangan semiilmiah agak longgar meskipun tetap sistematis. Dari segi bentuk, karangan ilmiah memiliki pendahuluan (preliminaris) yang tidak selalu terdapat pada karangan semiilmiah.
Berdasarkan karakteristik karangan ilmiah, semiilmiah, dan nonilmiah yang telah disebutkan di atas, yang tergolong dalam karangan ilmiah adalah laporan, makalah, skripsi, tesis, disertasi; yang tergolong karangan semiilmiah antara lain artikel, feature, kritik, esai, resensi; yang tergolong karangan nonilmiah adalah anekdot, dongeng, hikayat, cerpen, cerber, novel, roman, puisi, dan naskah drama.
Karya nonilmiah sangat bervariasi topik dan cara penyajiannya, tetapi isinya tidak didukung fakta umum. Karangan nonilmiah ditulis berdasarkan fakta pribadi, dan umumnya bersifat subyektif. Bahasanya bisa konkret atau abstrak, gaya bahasanya nonformal dan populer, walaupun kadang-kadang juga formal dan teknis. Karya nonilmiah bersifat, antara lain :
1. Emotif : merupakan kemewahan dan cinta lebih menonjol, tidak sistematis, lebih mencari keuntungan dan sedikit informasi
2. persuasif : merupakan penilaian fakta tanpa bukti. Bujukan untuk meyakinkan pembaca, mempengaruhi sikap cara berfikir pembaca dan cukup informative
3. Deskriptif : merupakan pendapat pribadi, sebagian imajinatif dan subjektif, dan
4. Jika kritik adakalanya tanpa dukungan bukti.
Simpulan
Karangan merupakan karya tulis yang disusun berdasarkan kumpulan-kumpulan fakta ataupun tidak dan dirangkum dalam sebuah karya tulis dengan menggunakan metode tertentu sesuai kebutuhan karangan tersebut, apakah penulis akan membuat karangan ilmiah, semi ilmiah/populer atau non ilmiah.
Karangan yang baik akan mempunyai ciri-ciri sebagai berikut, antara lain :
1. Karangan Ilmiah Yaitu :
a. Sistematis
b. Objektif
c. Cermat, tepat, dan benar
d. Tidak persuasif
e. Tidak argumentatif
f. Tidak emotif
g. Tidak mengejar keuntungan sendiri
h. Tidak melebih-lebihkan sesuatu.
2. Karangan Semi Ilmiah/Populer :
a. Ditulis berdasarkan pengalaman pribadi
b. Fakta yang disimpulkan subyektif
c. Gaya bahasa formal dan popular
d. Mementingkan diri penulis
e. Melebihkan-lebihkan sesuatu
f. Usulan-usulan bersifat argumentatif, dan
g. Bersifat persuasif.
3. Karangan Non Ilmiah :
a. Ditulis berdasarkan fakta pribadi
b. Fakta yang disimpulkan subyektif
c. Gaya bahasa konotatif dan populer
d. Tidak memuat hipotesis
e. Penyajian dibarengi dengan sejarah
f. Bersifat imajinatif
g. Situasi didramatisir, dan
h. Bersifat persuasif.

  • Contoh Ilmiah Skripsi:

Skripsi Singkat tentang Narkoba di SMA


BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Setiap manusia yang hidup dalam masyarakat tidak akan pernah lepas dari komunikasi. Semenjak bangun tidur manusia secara kodrati senantiasa melakukan suatu komunikasi. Pengertian komunikasi itu sendiri secara etimologis berasal dari bahasa latin yaitu Communicatio, dan perkataan ini berasal dari kata communis yang berarti sama yaitu sama makna (lambang) mengenai suatu hal. 1 Sebagai contoh, jika dua orang terlibat dalam suatu pembicaraan dimana salah satunya menanggapi atau mengerti maksud dari pembicaranya. Sehingga, timbul adanya suatu timbal balik. maka, komunikasi ini berjalan dengan baik. Sedangkan secara terminologis komunikasi adalah proses penyampaian suatu pernyataan oleh seseorang kepada orang lain baik secara verbal (secara lisan ) maupun non verbal (simbol-simbol).
Komunikasi dapat terjadi apabila ada komunikator(orang yang menyampaikan pesan atau informasi) dan komunikan (orang yang mendapatkan informasi atau pesan). Komunikasi adalah proses penyampaian gagasan, emosi, ketrampilan dan sebagainya dengan menggunakan lambang-lambang atau kata-kata, gambar, bilangan, grafik dan lain-lain. Kegiatan atau proses penyampaiannya biasa dinamakan komunikasi.2 Dengan adanya komunikasi seseorang akan lebih mudah mendapatkan suatu informasi. Seperti halnya, dengan diadakannya kampanye anti narkoba yang dicanangkan oleh pemerintah baik secara verbal (dengan menggunakan bahasa) maupun komunikasi secara non verbal (menggunakan simbol atau tanda seperti lambang). Dalam komunikasi terdapat dua proses yaitu proses komunikasi secara primer dan proses komunikasi secara sekunder.3
Proses komunikasi secara primer adalah proses penyampaian pikiran dan atau perasaan seseorang kepada orang lain dengan menggunakan lambang (simbol) sebagai media. Lambang sebagai media primer dalam proses komunikasi adalah bahasa, kial (berkomunikasi melalui gerakan tubuh seperti mengedipkan mata), isyarat, gambar, warna, dan sebagainya, yang secara langsung ”menerjemahkan” pikiran atau perasaan komunikator kepada komunikan. Sedangkan proses komunikasi secara sekunder adalah proses penyampaian pesan oleh seseorang kepada orang lain dengan menggunakan alat atau sarana sebagai media kedua setelah memakai lambang sebagai media pertama.
Seorang komunikator menggunakan media kedua dalam melancarkan komunikasinya karena komunikan sebagai sasaran berada di tempat yang relatif jauh atau jumlahnya banyak. Selain itu juga, keberhasilan komunikasi bukan hanya ditentukan oleh medianya saja akan tetapi keberhasilan juga ditentukan oleh peranan komunikator sebagai penyampai pesan. Pesan yang akan disampaikan itu hendaknya dapat lebih mengena khalayaknya. Seperti halnya kampanye anti narkoba yang diselenggarakan di sekolah-sekolah salah satunya SMU X. Program ini difokuskan pada anak-anak remaja terutam a dikalangan anak-anak sekolah.
Sebelum membahas tentang kampanye anti narkoba terlebih dahulu membahas tentang kampanye itu sendiri. Pengertian kampanye secara umum yang telah dikenal sejak tahun 1940-an. Kampanye adalah menampilkan suatu kegiatan yang bertitik tolak untuk membujuk. Kesuksesan suatu kampanye dipengaruhi oleh seberapa banyak pesan kampanye itu disebarluaskan baik melalui media sekaligus. Kampanye tersebut dapat diterima oleh khalayak atau tida k tergantung dari isi pesan kampanye itu sendiri. Banyak juga persepsi yang berbeda-beda dari khalayak. Oleh karena itu, para pelaksana kampanye harus menghindari hal-hal yang tidak di inginkan, yang dimana khalayak tersebut berbalik menentang sehingga mereka tidak akan mengikuti atau menjalankan isi dari pesan kampanye tersebut. Sering kali pelaksana kampanye tidak diterima oleh khalayak. Kegagalan seperti itu kerap kali terjadi. Dengan adanya kegagalan seperti itu bukan berarti problem yang dikampanyekan tidak dapat terpecahkan, mungkin strategi kampanye tersebut masih kurang tepat sehingga kurang mengena di mata khalayak. 4
Setelah mengetahui tentang kampanye kini maka penulis mencoba untuk menjelaskan tentang narkoba. Mungkin di era globalisasi ini sudah tidak heran lagi dengan adanya narkoba. Narkoba kini telah merajalela dimanamana. Narkoba ini telah diedarkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Sebenarnya mereka tahu akan bahayanya narkoba. Akan tetapi, karena tergiur sejumlah uang yang begitu banyak pada akhirnya para pengedar tidak memperdulikan lagi akan bahayanya narkoba. Dan lebih parahnya lagi, mereka mengedarkannya kepada generasi muda baik di sekolah, kantor, kampus bahkan di jalan-jalan. Oleh karena itu, sebelum terjerumus ke dalam narkoba sebaiknya, perlu diketahui terlebih dahulu tentang apa itu narkoba.
Narkoba singkatan dari Narkotika dan Obatan-obatan terlarang. Istilah narkotika berasal dari bahasa Yunani Narkotikos, yang berarti menggigil. Ditemukan Kali pertama dari substansi-substansi yang dapat membantu orang untuk tidur. Narkotika atau obat bius yang bahasa Inggrisnya disebut ”narkotic” adalah semua bahan obat yang mempunyai efek kerja. Pada awalnya narkotika memiliki khasiat dan bermanfaat bagi ilmu kedokteran. Narkotika kemudian menjadi permasalahan karena akibat dari penyalahgunaan pemakaian, sehingga adanya motivasi lain untuk dijadikan komoditas ilegal oleh segolongan orang-orang yang tidak bertanggung jawab.5
Lebih kurang 30% penduduk Indonesia adalah remaja yang berusia 10- 24 tahun. Selain merupakan potensi yang luar biasa bagi usaha -usaha pembangunan maka usia tersebut juga merupakan sasaran utama dalam penyalahgunaan narkoba. Hal tersebut akan menjadi runyam manakala kita ketahui bahwa kegiatan kejahatan narkoba adala h kegiatan yang tersusun rapi dan bersifat internasional yang beroperasi dengan sistem jaringan yang tertutup dan rahasia.6 Selain itu juga, banyak diantara para siswa masih belum paham akan bahayanya nakoba. Sehingga dengan mudahnya Mereka tertipu oleh bujuk rayu dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Menurut data Direktorat Pembinaan Kesehatan Pemprov Jatim, dari 400 kasus narkoba di Jatim yang terjadi selama XXXX, sebanyak 60 persen di antaranya adalah berusia 15-19 tahun. Seluruhnya adalah pelajar SLTP dan SMU.7
Maka dari itu, pihak sekolah mengadakan suatu kampanye untuk memberikan informasi yang sangat bermanfaat bagi mereka. Kampanye anti narkoba ini digalakkan karena adanya fenomena -fenomena yang telah melibatkan beberapa remaja bahkan siswa sekolah. Pengguna narkoba di kalangan siswa SMU di X ternyata cukup banyak dan ada yang berasal dari keluarga harmonis.
Penyebab utama yang paling dominan anak SMU terlibat narkoba adalah kepribadian yang rapuh. Penegasan itu dikemukakan Ketua Tim Peneliti Faktor-faktor Penyebab Siswa SMU Mengkonsumsi Narkoba, Lemlit Universitas Putra Bangsa (UPB) Murphy J. Sembiring, S.E., M.Si. Berdasarkan penelitian yang dilakukan pada bulan November -Desember XXXX. Dari 500 siswa SMU di X, 85 di antaranya adalah wanita. Dan semua responden yang diwawancarai adalah pemakai narkoba.8 Mendiknas juga mengungkapkan berdasarkan hasil penelitian penyalahgunaan narkoba pada siswa SMP, SMA, dan SMK yang dilakukan melalui tes urine di tiga kota yaitu DKI Jakarta, Bandung, dan Denpasar yang dilakukan oleh Pusat Pengembangan Kualitas Jasmani Depdiknas bekerjasama dengan Pusat Laboratorium Terapi dan Rehabilitasi BNN pada XXXX menunjukkan bahwa dari sampel sebanyak 1.155 siswa terdapat 19 orang atau 1,6 persen diantaranya adalah penyalahguna narkoba.9 Tak jarang dari mereka yang telah meninggal dunia dikarenakan ”Overdosis”. Selain itu juga menurut M. Syamsul Muarif, program manajer Lembaga Studi Pembelajaran untuk Pencerahan (LSP2), dari 75 penderita positif HIV, 15 persen di antaranya kalangan remaja berusia 15-20 tahun. Remaja tersebut mengidap HIV positif karena menjadi pecandu narkoba. 10 Menurut Ketua Masyarakat Peduli AIDS Indonesia Zubairi Djoerban pada tahun XXXX ada 50 pasien baru HIV dalam sebulan, dan 80-90 persennya adalah pengguna narkoba dan termasuk siswa sekolah. Belum lagi resiko terkena hepatitis C, penyakit hati menahun, dan kanker hati yang akan berakhir dengan kematian. 11
Dengan adanya fenomena-fenomena yang seperti itu pihak pemerintah dan sekolah gencar mengkampanyekan anti narkoba dikalangan remaja. Disela-sela mengkampanyekan anti narkoba pihak pemerintah juga menggunakan teknik ganjaran (pay of Technique)12 yaitu kegiatan untuk mempengaruhi orang lain dengan cara menjanjikan hal-hal yang menguntungkan atau yang menjanjikan harapan. Misalnya, dengan cara memberi hadiah bagi siswa yang mengetahui dan mampu dengan segera memberitahukan kepada pihak berwajib atau pihak sekolah tentang adanya penjualan narkoba yang beredar dikalangan siswa dilingkungan sekolah mereka. Selain teknik ganjaran (pay of technique) biasanya juga menggunakan teknik ”pembangkit rasa takut” (Fear arousing), yaitu suatu cara yang bersifat menakut-nakuti atau menggambarkan konsekuensi yang buruk. Misalnya dengan cara memperlihatkan akibat yang ditimbulkan jika siswa menggunakan narkoba.
Untuk mengetahui seberapa besar pemahaman siswa terhadap kampanye anti narkoba ini, maka diperlukan adanya pertanyaan yang diajukan kepada siswa tentang materi yang telah disajikan oleh narasumber. Sebagai kegiatan yang berupaya untuk mengetahui tingkat keberhasilan (pemahaman) siswa dalam mencapai tujuan yang ditetapkan maka evaluasi hasil belajar memiliki sasaran berupa ranah-ranah yang terkandung dalam tujuan yang diklasifikasikan menjadi tiga yaitu rana h kognitif, ranah afektif, dan ranah psikomotorik. 13
Ranah kognitif berkenaan dengan hasil belajar intelektual yang berhubungan dengan ingatan atau pengenalan terhadap pengetahuan dan informasi serta pengembangan ketrampilan intelektual. Ranah afektif berkenaan dengan sikap yang terdiri dari lima aspek yaitu penerimaan, jawaban atau reaksi, penilaian, organisasi dan internalisasi. Sedangkan Ranah psikomotorik berkenaan dengan hasil belajar ketrampilan dan kemampuan untuk bertindak.
Jadi, dari pengertian pemahaman diatas dapat penulis simpulkan bahwa siswa dapat dikatakan paham apabila siswa mengerti serta mampu untuk menjelaskan kembali dengan kata-katanya sendiri tentang materi yang telah disampaikan oleh narasumber, bahkan mampu untuk menerapkan ke dalam kehidupan sehari-hari baik dilingkungan keluarga, lingkungan sekitar dan di lingkungan sekolah. Oleh karena itu, penulis sangat tertarik untuk meneliti sejauhmana siswa SMU di X paham tentang adanya suatu kampanye anti narkoba.

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang dan batasan masalah yang telah diuraikan sebelumnya, maka rumusan masalah penelitian ini adalah:
1. Adakah pemahaman siswa-siswi SMA X terhadap narkoba?.
2. Kalaupun ada sejauh mana pemahaman siswa-siswi SMA X terhadap narkoba?.

B. Tujuan Penelitian
Bertitik tolak dari rumusan masalah diatas, maka tujuan dari pada penelitian ini adalah untuk mengetahui ada atau tidaknya pemahaman tentang narkoba bagi siswa dan siswi SMU X terhadap kampanye anti narkoba.

C. Manfaat Penelitian
Adapun manfaat penelitian ini adalah:
1. Manfaat Teoritis
Guna menambah pengetahuan dan wawasan bagi peneliti untuk memperkaya ilmu pengetahuan tentang narkoba yang diharapkan agar bermanfaat bagi generasi yang akan datang.
2. Manfaat Praktis
Diharapkan mampu dijadikan bahan masukan dan pertimbangan bagi pihak sekolah untuk meningkatkan pengawasan terhadap siswanya agar tidak salah langkah dalam menyingkapi keberadaan dan bahayanya narkoba terhadap siswa-siswanya yang berkembang di sekitar lingkungannya.

D. Definisi Operasional
Guna memperjelas arah pembahasan lebih lanjut serta untuk menguji dugaan yang mungkin benar dan salah dalam penafsiran perumusan masalah, maka berikut ini penulis paparkan kajian pengertian kampanye anti narkoba yang dianggap relevan dengan maksud dan tujuan penelitian ini.
1. Peranan
Menurut kamus bahasa Indonesia adalah fungsi.14 Dimana maksud peranan ini adalah bahwa kampanye anti narkoba sangat berfungsi untuk penambahan pemahaman siswa tentang narkoba.
2. Kampanye
Menurut kamus bahasa Indonesia adalah serentak mengadakan gerakan bisik- gerakan dengan jalan menyiarkan kabar angin kampanye. Menurut Rice dan Paisley menyebutkan bahwa kampanye adalah keinginan untuk mempengaruhi kepercayaan dan tingkah laku orang lain dengan daya tarik yang komunikatif.15
3. Anti
Menurut kamus bahasa Indonesia adalah menolak, melawan, dan menentang.16
4. Narkoba
Bahan zat baik secara alamiah maupun sintetis yaitu narkotika, psikotropika dan zat adiktif jika masuk ke dalam tubuh manusia tidak melalui aturan ke sehatan berpengaruh terhadap otak pada susunan pusat dan bila disalahgunakan bertentangan ketentuan hukum. 17
5. Pemahaman
Pemahaman dapat diartikan menguasai sesuatu dengan pemikiran. Memahami maksudnya menangkap maknanya adalah tujuan akhir dari setiap belajar.18
6. Siswa
Murid, terutama pada tingkat sekolah dasar dan sekolah menengah. 19

E. Sistematika Pembahasan
Pembahasan ini terdiri atas lima bab antara lain yaitu:
BAB I : Pendahuluan yang terdiri atas latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, definisi operasional, dan sistematika pembahasan.
BAB II : Kajian teoritis berisi tentang peranan kampanye anti narkoba terhadap pemahaman siswa SMA X.
BAB III : Metode Penelitian berisi tentang pendekatan dan jenis penelitian, obyek penelitian, teknik sampling, variabel dan indikator penelitian, teknik pengumpulan data, teknik analisis data.
BAB IV : Penyajian dan analisis data yang berisi tentang gambaran umum obyek penelitian, penyajian data, pengujian hipotesis dan ana lisis, pembahasan hasil penelitian.
BAB V : Penutup yang berisi tentang kesimpulan dan saran-saran.

  • Contoh Non Ilmiah Cerpen:


Buroq 

Cerpen: Ratih Kumala

Tak ada yang lebih aneh dari pada terbangun pada sebuah sore gerimis di bulan suci dan mendapati dirinya penuh mengingat mimpi yang baru saja turun dalam lelap satu menit lalu; ia seorang bejat yang tak pernah salat- bermimpi bertemu Muhammad. Bagaimana bisa?

Inilah yang dikerjakannya setiap hari, bangun menjelang siang setelah malamnya menghabiskan berbotol-botol bir bersama teman-teman di depan kios tattonya. Tidak ada yang pernah benar-benar tahu siapa nama aselinya. Semua orang memanggilnya Cimeng, tentu itu bukan nama aslinya. Kulitnya gelap dan dia menggambarinya dengan tatto berwarna-warni. Dia menyebutnya seni, teman-temannya menyebutnya keren, anak-anak ABG menyebutnya anak punk, sedang tetangga-tetangga yang sudah pasti tidak menyukai kios tattonya menyebutnya berandal.

Pencerita mimpi siang itu sangat baik pada dirinya. Tentu saja ia heran, dirinya yang selama ini menganggap dunia brengsek maka dia harus menjadi seorang brengsek pula, tiba-tiba menjadi orang terpilih yang bertemu Muhammad dalam mimpinya. Ia tak tahu apa artinya, tapi mimpi itu sangat jelas. Hanya ada satu yang tidak jelas; wajah Muhammad.

Telah 10 hari bulan Ramadhan, dan ia baru tiga kali benar-benar berpuasa. Siang saat ia bermimpi bertemu Muhammad adalah hari dirinya berpuasa untuk yang ketiga kalinya. Bukan karena merasa wajib, tetapi karena hari itu ia malas keluar dari rumah sewanya untuk membeli makanan. Hari itu diisinya dengan tidur dan baru terbangun saat aroma bunga menyeruak hidung bercampur denting gerimis yang membawa aroma tanah. Matanya terbuka, ia ngulet ke arah matahari datang. Jendela terbuka menyuguhkan pemandangan mozaik, sedikit linglung merasa tak pasti apakah itu pagi atau sore. Ia dibangunkan oleh mimpi yang aneh; lelaki itu penuh wibawa berdiri di atas buroq; kendaraan yang konon lebih cepat dari cahaya dan membawanya ke lapis langit ketujuh.

*
Saat terbangun, ia melihat pemandangan matahari kemerahan di balik jendela terbuka, gerimis, serta pohon kamboja di sebelah rumahnya yang bertetangga dengan kuburan kecil menyeruak aroma bunga merah muda. Ia mengingat-ingat, apakah saat itu pagi atau senja. Usianya baru tujuh tahun tapi ia sanggup berpuasa penuh. Ibunya yang tiba-tiba muncul dari balik pintu menyapa dengan lembut, "Qatrun, salat asar dulu. Sebentar lagi magrib." Kini ia tahu, dirinya terbangun pada sebuah sore gerimis di bulan suci. Ia tak bergegas, mengingat-ingat mimpinya satu menit yang lalu. Sebuah mimpi yang jelas, hanya satu yang tidak begitu jelas; wajah Muhammad dalam mimpinya.

Sehabis berbuka puasa dan magrib lewat, Qatrun kecil mengambil sarung dan peci. Teman-temannya berteriak memanggil-manggil namanya di depan rumah, mengajak pergi ke surau berbarengan untuk tarawih. Kali ini setelah tarawih selesai ia tidak langsung pulang. Bahkan saat teman-teman merayunya dengan segenggam mercon yang disembunyikan di balik sarung untuk diledakkan di perempatan jalan, Qatrun tetap berada di surau dan menunggu sepi, ingin berbicara dengan Ustaz.
"Ustaz, aku bermimpi aneh."
"Mimpi apa?"
"Muhammad."
"Kau mimpi bertemu Muhammad?" ia harus mengakui ada rasa iri menyelip. Bahkan dirinya yang sudah berumur dan menganggap cukup taat belum pernah mimpi bersua Muhammad. "Bagaimana ia?"
"Ia berdiri di atas buroq dengan wajah yang tidak begitu jelas dan menatap ke arah kami."
"Kami?"
"Aku dan sekelompok orang. Tetapi mereka tidak ada yang percaya kalau dia Muhammad. Hanya aku dan seorang laki-laki beraroma minuman keras yang berdiri di sebelahku yang percaya."
"Lelaki beraroma minuman keras?" tanya Ustaz setengah sanksi. Qatrun mengangguk yakin, "seperti apa buroq?"
"Seperti sampan panjang,"
"Lalu bagaimana kau tahu Muhammad naik buroq, bukan naik sampan?"
"Aku tahu, Ustaz! Itu buroq, bukan sampan."
*

Menjelang magrib, laki-laki yang dipanggil Cimeng itu berjalan ke mini market dekat rumah sewanya dan membeli roti tawar untuk makan. Ia masih tetap mengingat-ingat mimpinya tadi. Ada sekelompok orang, namun hanya dirinya dan seorang bocah yang percaya bahwa lelaki yang berdiri di atas buroq itu adalah Muhammad. Usai makan dan mandi, tangannya tergerak. Ia mengambil jarum tatto dan mulai menggambar di lengannya. Sebuah sampan berwarna hijau dan sebuah lingkar di atas sampan berwarna kuning. Warna cahaya.
*

Qatrun tahu, minum keras itu beraroma seperti apa walaupun ia tak pernah menyentuhnya barang sedikit. Ia mengenali warna raut wajah memerah jika seseorang mabuk. Ia juga tahu bahwa minuman keras itulah yang menyebabkan ibunya memar-memar. Malam-malam saat ayahnya masih agak sering pulang ke rumah dalam keadaan teler, ibu selalu menunggu hingga tertidur di kursi panjang yang tak patut disebut sebagai sofa di ruang depan rumahnya yang kecil. Saat pulang, tak jarang ayahnya membawa aroma sangit keringat bercampur minuman keras, penat yang sangat, serta sedikit uang hasil menyupir truk. Itu bukan pemandangan baru bagi Qatrun. Jika ibu bertanya habis dari mana, tangan ayahnya melayang ke pipi ibu, meninggalkan bekas memerah. Sedang ia akan terbangun, mengintip dari balik tirai pintu. Hingga suatu hari ayahnya tak pernah kembali walaupun ibu masih menunggu pada malam-malam setelah isya' didirikan dan mengambil selembar bantal tipis untuk menyangga lehernya di kursi panjang di ruang tamu mereka yang kecil.

Di kamarnya yang kecil, Qatrun menggambar. Sebuah sampan panjang berwarna hijau terang, dan sebuah lingkar di atas sampan yang dikelir warna kuning. Warna cahaya.
*

Walau sekarang Ramadhan, dan Cimeng mengaku beragama Islam, ia tetap tidak puasa, tentu saja. Ia sedang menerima order tindik di lidah seorang anak usia SMA.
"Gambar apaan nih?" tanya ABG itu. Lengan Cimeng yang terbuka memperlihatkan tatto-tattonya yang sudah tak terhitung. Anak itu tertarik pada sebuah tatto yang baru dibuatnya dua hari lalu.
"Ini...," ia urung menjelaskan, "nurut elo gambar apa?"
"Bola naik perahu ya?" Cimeng hanya tersenyum atas jawaban si ABG.

Kios tatto di rumah sewanya baru sepi menjelang siang. Cimeng duduk terdiam, ia tiba-tiba merasa lelah sekali. Dihitungnya sudah berapa lama dia pergi dari rumah dan tak kembali. Ia hanya mengirimkan sesekali surat untuk rumahnya saja. Tapi dia tak pernah benar-benar tahu apa yang ingin ditulisnya. Ibunya selalu bertanya, kapan akan pulang. Semakin banyak tatto dan tindik yang dia buat di tubuhnya, semakin urung pula ia pulang. Walau kadang-kadang ingin.
*

Malam berikut saat buka puasa Qatrun menunjukkan gambar itu pada ibunya.
"Gambar apa ini? Ibu ndak ngerti."
"Ini gambar mimpiku, Bu."
"Mimpi apa?"
"Ini Muhammad," katanya menunjuk gambar lingkar berwarna kuning, "ini buroq, kendaraan saat Muhammad pergi ke langit ketujuh bersama malaikat."
"Kapan kamu mimpi ini?"
"Kemarin, waktu tidur siang."

Ibunya terharu, mengelus pelan rambut anaknya. Seperti biasa, Qatrun selalu pergi ke masjid untuk tarawih. Selesai tarawih kali itu pula ia tak langsung pulang. Ditunjukkannya gambarnya pada Ustaz dan beberapa teman lain. Ia jelaskan, gambar itu adalah Muhammad sedang naik buroq.
"Qatrun, hanya orang-orang terpilih yang bisa ditemui Muhammad di mimpinya," ujar Ustaz.
"Apakah itu berarti aku orang terpilih?"
"Kau yakin tak berbohong atas cerita mimpimu itu? Berbohong itu dosa." Teman-teman yang tadinya antusias mendengar cerita Qatrun bermimpi bertemu Muhammad, jadi terdiam. Memandang bergantian antara Qatrun dan Ustaz. Qatrun kecewa akan perkataan Ustaznya. Ia mengambil gambar itu.

Pergi dari surau dan tak pernah datang lagi untuk salat subuh, atau magrib, atau isya 
atau tarawih. Gambar itu diletakkan begitu saja di atas meja. Tak pernah ia menyentuhnya lagi, hingga gambar itu hilang entah ke mana. Qatrun sekarang lebih suka membuat bermacam-macam gambar di bukunya. Tak hanya buku gambar, tapi buku tulis sekolah juga jadi penuh gambar. Ia tak hanya menggambar gunung, sawah dan rumah kecil. Kini gambar-gambarnya jadi berragam dan makin rumit. Qatrun pun jadi pendiam, hingga suatu hari dia bercita-cita akan meninggalkan rumah jika sekolah selesai.
*

Kios tatto hari itu ditutup, rumah sewa juga tutup. Anak-anak punk dan ABG yang sering mangkal di situ heran karena rumah itu tiba-tiba tutup dan digembok. Cimeng pergi mematikan HP-nya setelah sebelumnya dia mengirimkan sebuah SMS ke seorang temannya. Gue mudik, bunyi SMS itu.

Ia tak percaya, kampung kecil itu dijejakkinya lagi. Ia tak yakin ibu dan teman-temannya masih mengenalinya setelah pergi dari kampung itu tujuh tahun yang lalu, mengingat begitu banyak tatto dan tindik di tubuhnya sekarang. Ia khawatir ibunya tak mengenalinya. Saat ia sampai dan mengetok-ngetok pintu, rumah kecil itu tak dikunci. Cimeng masuk tanpa permisi. Seorang perempuan paruh baya berjilbab tertidur di kursi panjang yang tak bisa disebut sofa dengan sebuah bantal tipis menyangga lehernya. Selembar kertas bergambar sebuah sampan berwarna hijau dan lingkaran kuning keemasan berada di dekapannya. Bertahun-tahun, dan anaknya tak pernah tahu bahwa ia masih menyimpan gambar itu. 
Ibu, Qatrun pulang.



Sumber: 



Jumat, 29 Maret 2013

Induktif


Metode berpikir induktif adalah metode yang digunakan dalam berpikir dengan bertolak dari hal-hal khusus ke umum. Hukum yang disimpulkan difenomena yang diselidiki berlaku bagi fenomena sejenis yang belum diteliti. 
Induktif adalah suatu proses berfikir yang bertolak dari sejumlah fenomena individual untuk menurunkan suatu kesimpulan (inferensi). Proses penalaran ini mulai bergerak dari penelitian dan evaluasi atas fenomena-fenomena yang ada. Karena semua fenomena harus diteliti dan dievaluasi terlebih dahulu sebelum melangkah lebih jauh kepenalaran induktif, maka proses penalaran itu juga disebut sebagai corak berpikir yang ilmiah. Namun induksi sendiri tak akan banyak manfaatnya kalau tidak diikuti oleh proses penalaran deduktif.


  •  Generalisasi

Generalisasi adalah proses penalaran yang bertolak dari fenomena individual menuju kesimpulan umum.
Contohnya :
• Chelsea Olivia adalah bintang sinetron, dan ia berparas cantik.
• Nia Ramadhani adalah bintang sinetron, dan ia berparas cantik.
Generalisasi:
Semua bintang sinetron berparas cantik.
Pernyataan “semua bintang sinetron berparas cantik” hanya memiliki kebenaran probabilitas karena belum pernah diselidiki kebenarannya.
Contoh kesalahannya:
Omas juga bintang iklan, tetapi tidak berparas cantik.
Macam-macam generalisasi :
Generalisasi sempurna
Generalisasi dimana seluruh fenomena yang menjadi dasar penyimpulan diselidiki.
Contoh:
sensus penduduk
Generalisasi tidak sempurna
Generalisasi dimana kesimpulan diambil dari sebagian fenomena yang diselidiki diterapkan juga untuk semua fenomena yang belum diselidiki.
Contoh:
Hampir seluruh pria dewasa di Indonesia senang memakai celana pantaloon.
Prosedur pengujian generalisasi tidak sempurna.
Generalisasi yang tidak sempurna juga dapat menghasilkan kebenaran apabila melalui prosedur pengujian yang benar.
Prosedur pengujian atas generalisasi tersebut adalah:
1. Jumlah sampel yang diteliti terwakili.
2. Sampel harus bervariasi.
3.Mempertimbangkan hal-hal yang menyimpang dari fenomena umum/ tidak umum.
·       HIPOTESIS DAN TEORI
Hipotesis adalah semacam teori atau kesimpulan yang diterima sementara waktu untuk menerangkan fakta- fakta tertentu sebagai penentu dalam peneliti fakta- fakta tertentu sebagai penuntun dalam meneliti fakta- fakta lainnya yang lebih lanjut.
Untuk merumuskan hipotesis yang baik harus diperhatikan ketentuak berikut :
a. Secara maksimal memperhitungkan semua evidensi yang ada.
b. Bila tidak ada alasal- alas an yang lain, maka antara dua hipotese yang mungkin diturunkan, lebih baik memlih hipotese yang sederhana dari pada yang rumit.
c. Sebuah hipotese tidak pernah terpisah dari semua pengetahuan dan pengalaman manusia.
d. Hipotese bukan hanya menjelaskan fakta- fakta yang membentuknya, tetapi juga harus menjelaskan fakta- fakta lain sejenis yang belum diselidiki. 
·         ANALOGI
Analogi adalah cara penarikan penalaran dengan membandingkan dua hal yang mempunyai sifat yang sama.
Analogi mempunyai 4 fungsi,antara lain :
Membandingkan beberapa orang yang memiliki sifat kesamaan
Meramalkan kesaman
Menyingkapkan kekeliruan
klasifikasi
Contoh analogi :
Demikian pula dengan manusia yang tidak berilmu dan tidak berperasaan, ia akan sombong dan garang. Oleh karena itu, kita sebagai manusia apabila diberi kepandaian dan kelebihan, bersikaplah seperti padi yang selalu merunduk.
  •  HUBUNGAN KAUSAL

Hubungan Kausal adalah penalaran yang diperoleh dari gejala-gejala yang saling berhubungan.
Macam hubungan kausal :
a. Sebab- akibat.
Hujan turun di daerah itu mengakibatkan timbulnya banjir.
b. Akibat – Sebab.
Andika tidak lulus dalam ujian kali ini disebabkan dia tidak belajar dengan baik.
c. Akibat – Akibat.
Ibu mendapatkan jalanan di depan rumah becek, sehingga ibu beranggapan jemuran di rumah basah.

Sumber:
·         Buku Gorys Keraf

Deduktif



Penalaran deduktif adalah menarik kesimpulan khusus dari premis yang lebih umum. Jika premis benar dan cara penarikan kesimpulannya sah, maka dapat dipastikan hasil kesimpulannya benar. Jika penalaran induktif erat kaitannya dengan statistika, maka penalaran deduktif erat dengan matematika khususnya matematika logika dan teori himpunan dan bilangan.

Deduktif menurut Gorys Keraf adalah suatu proses berfikir (penalaran dari suatu proposisi yang sudah ada, menuju kepada suatu proposisi baru yang berbentuk kesimpulan.

·       SILOGISME KATEGORIAL
Argumen deduktif yang mengandung suatu rangkaian yang terdiri dari tiga proposisi kategorial, yang disusun sedemikian rupa sehingga ada tiga term yang muncul dalam rangkaian pernyataan itu.
·       SILOGISME HIPOTESIS
Silogisme hipotetis atau silogisme pengandaian adalah semacam pola penalaran deduktif yang mengandung hipotesis. Silogisme hipotetis bertolak dari suatu pendirian, bahwa ada kemungkinan apa yang disebut dalam proposisi itu tidak ada atau tidak terjadi.
·       SILOGISME ALTERNATIF
-         Proposisi mayornya merupakan sebuah proposisi alternatif, yaitu proposisi yang mengandung kemungkinan-kemungkinan atau pilihan-pilihan.
-         Sebaliknya, proposisi minornya adalah proposisi kategorial yang menerima atau menolak salah satu alternatifnya.
-         Konklusi silogisme ini tergantung dari premis minornya. Jika premis minornya menerima satu alternatif, maka alternatif lainnya ditolak. Sebaliknya, jika premis minornya menolak satu alternatif, maka alternatif lainnya diterima dalam konklusi. 

·       ENTIMEN
Silogisme muncul hanya dengan dua proposisi, salah satunya dihilangkan. Walaupun dihilangkan, proposisi itu tetap dianggap ada dalam pikiran dan dianggap diketahui pula oleh orang lain.



Sumber:
·         Buku Argumentasi dan Narasi - Gorys Keraf

Penalaran


·       PENALARAN
Penalaran adalah suatu proses berfikir yang berusaha menghubungkan fakta-fakta atau evidensi-evidensi yang diketahui menuju kepada suatu kesimpulan.penalaran merupakan proses berfikir untuk mencapai suatu kesimpulan yang logis.
Penalaran juga merupakan aktivitas pikiran yang abstrak, untuk mewujudkannya diperlukan simbol. Simbol atau lambang yang digunakan dalam penalaran berbentuk bahasa, sehingga wujud penalaran akan berupa argument.
Penalaran (reasoning, jalan pikiran) menurut Gorys Keraf adalah suatu proses berpikir yang berusaha menghubung-hubungkan fakta-fakta atau evidensi-evidensi yang diketahui menuju kepada suatu kesimpulan.
·       PROPOSISI
Proposisi merupakan pernyataan yang telah dirumuskan dalam kalimat-kalimat yang berbentuk pendapat atau kesimpulan. Sebuah pernyataan dapat dibenarkan bila terdapat fakta untuk membuktikannya atau sebaliknya.
Tiap proposisi dapat mencerminkan dua macam kemungkinan. Pertama, ia merupakan ucapan-ucapan factual sebagai akibat dari pengalaman atau pengetahuan seseorang mengenai sesuatu hal. Kedua, proposisi dapat juga merupakan pendapat atau kesimpulan seseorang mengenai suatu hal. Contoh kalimat “terjadi sebuah tabrakan didepan Universitas”. Kalimat tersebut merupakan sebuah proposisi yang bersifat pernyataan factual yaitu sebuah pernyataan yang menyangkut fakta yang dialami oleh seseorang.
·       INFERENSI DAN IMPLEMENTASI
Kata inferensi adalah kesimpulan yang diturunkan dari apa yang ada atau dari fakta-fakta yang ada. Sedangkan implikasi merupakan sesuatu yang dianggap ada karena sudah dirangkum dalam fakta atau evidensi itu sendiri. Untuk menjelaskan kedua pengertian diatas, dapat dilihat pada contoh berikut : “Bila seorang ibu mendengar tetesan air dalam kamar mandi, maka ia menarik kesimpulan bahwa kerannya bocor atau kurang cermat dalam menutup keran”. Untuk menetapkan kesimpulan mana yang mempunyai kemungkinan yang paling tinggi, harus dipertimbangkan dua faktor : pertama, bagaimana kebiasaan penghuni rumah mempergunakan keran? Dan kedua, berapa lama usia keran tersebut.
·       WUJUD EVIDENSI
Pada hakikatnya evidensi adalah semua fakta yang ada, semua kesaksian, semua informasi, atau autoritas yang dihubungkan untuk membuktikan suatu kebenaran. Fakta dalam kedudukan sebagai evidensi tidak boleh dicampur-adukan dengan apa yang dikenal sebagai pernyataan atau penegasan. Dalam wujud yang paling rendah evidensi itu berbentuk data atau informasi. Yang dimaksud dengan data atau informasi adalah bahan keterangan yang diperoleh dari suatu sumber tertentu.
·       CARA MENGUJI DATA
Data dan informasi yang digunakan dalam penalaran harus merupakan fakta. Oleh karena itu perlu diadakan pengujian melalui cara-cara tertentu sehingga bahan-bahan yang merupakan fakta itu siap digunakan sebagai evidensi. Dibawah ini beberapa cara yang dapat digunakan untuk pengujian tersebut.
1.      Observasi
2.      Kesaksian
3.      Autoritas
·       CARA MENGUJI FAKTA
Untuk menetapkan apakah data atau informasi yang kita peroleh itu merupakan fakta, maka harus diadakan penilaian. Penilaian tersebut baru merupakan penilaian tingkat pertama untuk mendapatkan keyakitan bahwa semua bahan itu adalah fakta, sesudah itu pengarang atau penulis harus mengadakan penilaian tingkat kedua yaitu dari semua fakta tersebut dapat digunakan sehingga benar-benar memperkuat kesimpulan yang akan diambil.
1.      Konsistensi
2.      Koherensi
·       CARA MENILAI AUTORITAS
Seorang penulis yang objektif selalu menghidari semua desas-desus atau kesaksian dari tangan kedua. Penulis yang baik akan membedakan pula apa yang hanya merupakan pendapat saja atau pendapat yang sungguh-sungguh didasarkan atas penelitian atau data eksperimental.
1.      Tidak mengandung prasangka
2.      Pengalaman dan pendidikan autoritas
3.      Kemashuran dan prestise
4.      Koherensi dengan kemajuan


Sumber:
·         Buku Argumentasi dan Narasi - Gorys Keraf

Minggu, 30 Desember 2012

PERKEMBANGAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI DALAM PENDIDIKAN INDONESIA

  • Sejarah Perkembangan TIK dalam Pendidikan Indonesia
Sebelum teknologi ditemukan, manusia melakukan komunikasi dengan secara langsung (bertatap muka) dengan orang yang sedang diajak untuk berkomunikasi. Sehingga jika ingin mengirim pesan atau berkomunikasi dengan seseorang yang jaraknya jauh, terpaksa harus dilakukan dengan perjalanan yang dapat memakan waktu berhari-hari, berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan. Sebenarnya, sebelum manusia menemukan teknologi yang canggih seperti sekarang ini, mereka sudah mulai menciptakan dan menggunakan alat-alat komunikasi. Namun, alat yang digunakan masih sangat sederhana dan masih terbatas pada alat-alat komunikasi yang menghasilkan bunyi dan isyarat. Misalnya, gendang, terompet, dan tanduk binatang , rambu dari batu atau isyarat asap. Alat-alat tersebut dibunyikan sebagi tanda agar orang berkumpul atau memberitahukan adanya suatu bahaya. Bahkan nenek moyang bangsa kita juga telah mempunyai alat komunikasi yang menghasilkan bunyi, yaitu sekarang dikenal dengan nama kentongan. Bahkan sampai sekarang, kentongan masih digunakan oleh orang-orang yang hidup di pedesaan. Selain itu, simbol atau sandi juga dijadikan untuk menyampaikan berita atau sebagai petunjuk.
Teknologi mulai diterapkan dalam pendidikan karena pandangan, bahwa science dapat meningkatkan kualitas hidup manusia. Berbagai macam produk teknologi yang dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran. Meningkatnya kecenderungan banyak orang terhadap teknologi informasi dan komunikasi terkait langsung dengan meningkatnya tahap literasi komputer, literasi informasi dan juga meningkatnya kesejahteraan masyarakat. Penggunaan teknologi informasi dan komunikasi dalam pendidikan berkembang melalui tiga tahap, yaitu tahap pertama penggunaan audio visual aid (AVA). Penggunaan Audio Visual Aid yaitu, alat bantu berbentuk audio (memanfaatkan pendengaran) dan Visual (memanfaatkan penglihatan) di kelas untuk menyampaikan materi pembelajaran. Selain itu juga agar peserta didik mengembangkan kemampuan berpikirnya. Tahap kedua, penggunaan materi-materi berprogram. Penggunaan pembelajaran merupakan materi pembelajaran yang diambil dari subject matter. Materi pembelajaran ini dipecah ke dalam unit kecil, selanjutnya diprogram sesuai dengan perangkat yang digunakan. Tahap ketiga, penggunaan komputer dalam pendidikan. Peningkatan produktivitas dapat dicapai melalui penggunaan teknologi. Perkembangan teknologi. Perkembangan teknologi telah mengubah masyarakat dari industri menjadi informasi, ditandai dengan tumbuh dan berkembangnya masyarakat berpendidikan berbasis teknologi informasi atau komputer baik dari segi software (perangkat lunak) maupun hardware (perangkat keras).
Pendidikan pada awalnya menggunakan papan tulis dalam menjalankan proses pembelajaran. Selain itu dengan adanya mesin cetak, dalam bidang pendidikan menggunakan buku pelajaran. Buku pelajaran digunakan sejak manusia pandai membaca dan menulis. Kemudian, ditemukan film. Banyak sekolah-sekolah yang menggunakan film sebagai media pembelajaran. Perkembangan teknologi semakin maju dan akhirnya muncul tape recorder yang juga dimanfaatkan dalam pendidikan.
Program teknologi pendidikan di Indonesia dapat dikatakan berawal pada tahun 1952, pada saat Jawatan Pendidikan Masyarakat dari kantornya di Jalan Cilacap yang menyelenggrakan siaran radio pengajaran kepada para pelajar pejuang. Sistem teknnologi informasi dan komunikasi untuk pendidikan, telah berkembang dengan pengalaman yang panjang dan banyak pelajaran, namun tidak banyak berperan dalam program penyetaraan guru. Pada tahun 1971, penyetaraan guru tidak menggunakan media teknologi yaitu dengan radio dan televisi. Dengan begitu tidak akan membuang banyak waktu, tenaga dan uang. Sekitar tahun 1980-an, disarankan untuk menggunakan siaran radio dan televisi dalam pendidikan. Terutama dalam jangka pendek, siaran tersebut akan sangat bermanfaat jika digunakan untuk Kurikulum 1994. Tahun 1952 muncul gagasan tentang pertelevisian, namun pada tahun 1962 gagasan tersebut baru dapat diwujudkan dengan munculnya sebuah stasiun televisi yaitu TVRI di Indonesia. Pemerintah pada waktu itu juga mempunyai tekad untuk mengentaskan kemiskinan. Oleh karena itu alangkah baiknya jika siaran radio dan televisi diprioritaskan penggunaannya untuk siswa-siswi SMP Terbuka, dan bukan untuk memperkaya sekolah regular.
Di Indonesia, pemerintah membuat stasiun relay SKSD (Sistem Komunikasi Satelit Domestik) yang terletak di Cibinong, Bogor, Jawa Barat. Dulu dikenal dengan nama SKSD Palapa sesuai dengan nama satelit komunikasi yang digunakan Satelit yang sekarang digunakan adalah Telkom 2 yang diluncurkan ke angkasa pada tahun 2005. Satelit Komunikasi Telkom 2 yang memiliki kemampuan lebih baik dari satelit sebelumnya. Sejak tahun 1968, Telkom sudah meluncurkan delapan satelit, yaitu, Palapa A1, Palapa A2, Palapa B1, Palapa B2, Palapa B2P, Palapa B2R, Palapa B4 dan Telkom 1.
Tumbuhnya sistem instruksional yang inovatif dimulai pada tahun 1972 dengan dirintasnya SD Pamong yang menggunakan media cetak berisi bahan belajar terprogram. Tahun 1978, lahir sistem pembelajaran terbuka dalam bentuk SMP Terbuka. Enam tahun kemudian muncul sistem pembelajaran jarak jauh dalam bentuk Universitas Terbuka. Tahun 1993 dibentuk organisasi Jaringan Sistem Belajar Jarak Jauh Indonesia.
Penggunaan teknologi informasi dan komunikasi pada bidang pendidikan pada tahun 1972 dirintis dengan penggunaan siaran radio untuk penataran guru. Pada tahun 1976 mulai direncanakan pembangunan satelit komunikasi untuk keperluan pendidikan yang kemudian terlaksana dalam bentuk SISDIKSAT (Sistem Pendidikan melalui Satelit) dan TELENET yang dilaksanakan oleh Telkom. Selain itu juga direncanakan IDE-Net (Indonesia Distance Education Network). Kebijakan dan program pengembangan serta pemanfaatan teknologi dalam pendidikan di Indonesia sebenarnya sudah direncanakan pada awal PELITA I, yaitu dengan ditentukannya penggunaan media radio dan televisi untuk meningkatkan mutu pendidikan dasar. Pedoman dan pengarahan telah ditetapkan oleh MPR dalam GBHN 1988 dan 1993 serta UU No.2 Tahun 1989. Ketetapan Nomor II/MPR/1988 tentang Garis Besar Haluan Negara menentukan media pembelajaran.
Radio yang merupakan teknologi yang digunakan untuk pengiriman informasi berupa sinyal dengan cara modulasi dan gelombang elektromagnetik. Pada penyiaran radio dikenal dua gelombang penyiaran yaitu penyiaran radio AM, yang mengirimkan audio (suara) pada frekuensi tengah/medium frequency, yaitu 0,300MHz – 3MHz serta penyiaran radio FM yang mengirimkan audio (suara) pada frekuensi tinggi/very high frequency, yaitu VHF: 30 MHz – 300 MHz (Firman Sujadi.2008:15).Radio juga berperan penting dalam pendidikan. Karena sebelum akhir tahun 1990-an, pendidikan di Indoensia masih menikmati hubungan kerjasama dengan RRI (Radio Republik Indonesia) serta radio swasta lainnya. Program-program siaran radio pendidikan dengan lancar menyajikan siaran yang berhubungan dengan pendidikan di berbagai tempat di tanah air Indonesia. Namun, seiring dengan berjalannya waktu, banyak stasiun radio yang sudah tidak mau menyiarkan program-program pendidikan dari Departemen Pendidikan tanpa imbalan finansial.
Hal serupa juga terjadi pada siaran televisi. Televisi merupakan alat penangkap siaran bergambar. TVRI (Televisi Republik Indonesia) merupakan salah satu stasiun televisi pertama yang memberikan jam-jam tengah malam untuk siaran pendidikan Universitas Terbuka. TPI (Televisi Pendidikan Indonesia) yang sejak berdirinya tahun 1991 bekerjasama dengan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan secara perlahan melepaskan kerjasamanya dengan alasan keuangan. Hak monopoli siaran nasional yang diberikan pemerintah ke TPI akhirnya gugur setelah RCTI (Rajawali Citra Televisi Indonesia) dan SCTV (Surya Citra Televisi) juga diperbolehkan siaran nasional. Program-program STVPS (Siaran Televisi Pendidikan Sekolah) yang semula secara teratur disiarkan setiap harinya secara berangsur-angsur dikurangi jamnya dan akhirnya dihentikan sama sekali. Nama TPI sudah tidak lagi diartikan Televisi Pendidikan Indonesia tetapi dipakai sebagai nama dagang stasiun tersebut.
Pada tahun 1996 atas dasar kesepakatan yang ditandatangani bersama Indovision memberikan saru saluran khusus di satelitnya kepada Departemen Pendidikan dan Kebudayaan untuk menyiarkan program-program pendidikan dan kebudayaan. Yayasan Cakra Winaya Budaya telah dibentuk untuk menangani masalah saluran khusus pendidikan dan kebudayaan tersebut. Program dan siaran percobaan telah dipersiapkan. Namun tidak adanya dukungan kebijakan pendayagunaan teknologi untuk pendidikan rencana tersebut hanya sebatas impian saja. Indonesia telah memiliki pengalaman yang berharga dalam pendayagunaan radio dan televisi untuk pendidikan. Namun, perkembangan teknologi informasi dan komunikasi untuk pendidikan yang semakin pesat, maka penggunaan radio dan televisi sudah semakin hilang dan beralih pada penggunaan komputer.
Istilah teknologi informasi dan informasi diawali dengan perkembangan komputer. Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam bahasa Inggris disebut ICT (Information and Communication Technology) merupakan teknologi yang berhubungan dengan pengambilan, pengumpulan, pengolahan, penyimpanan, penyebaran dan penyajian informasi yang mencakup semua perangkat keras dan perangkat lunak. Kemajuan yang pesat dalam bidang elektronika dan optoelektronika menyebabkan kemampuan komputer maju pesat dan cepat usang mengikuti hukum Moore bahwa kemampuan chip komputer akan menjadi dua kali lipat setiap tahunnya, perangkat lunak semakin canggih, dan batas maya (virtual) tidak akan pernah tercapai.
Sebagai perangkat utama dalam teknologi informasi dan teknologi, komputer telah mengalami berbagai perkembangan sebagai sebuah evolusi. Evolusi komputer meliputi, generasi pertama, teknologi lampu tabung/ tabung hampa (vacuum tube) sebagai komponen elektronik utama. Masih lambat, memerlukan ruangan besar, dan memerlukan pendingin yang kuat karena panas yang ditimbulkan oleh lampu tabung tersebut, single processing dan memiliki memori yang sangat kecil dibandingkan dengan ukuran fisiknya. Generasi kedua, teknologi semi-konduktor berupa transistor yang ukurannya jauh lebih kecil dibanding dengan tabung hampa. Jauh lebih baik dibanding teknologi lampu tabung. Ukurannya lebih kecil, mulai diperkenalkan pada era tahun 1960. Komputer jenis ini yang paling banyak digunakan adalah IBM 1401. Generasi ketiga, mulai diperkenalkan sejak tahun 1965 dengan teknologi IC (Integrated Circuit). Lebih kecil dan cepat. Dukungan software sudah terlihat lebih nyata. Generasi keempat, menggunakan teknologi LSI (Large Scale Integrated Circuit). Jenis ini sangat variatif, banyak digunakan sebagai komputer pribadi. Generasi kelima, menggunakan teknologi VLSI (Very Large Scale Integrated Circuit), mempunyai kemampuan pengolahan data yang cukup besar.
Pada tahun 1996 di pasaran beredar Pentium PC 620 dengan DRAM (Dynamic Random Access Memory) 16 Megabits. Kemampuan ini ditingkatkan lagi menjadi 64 Megabits pada tahun 1998, tahun 2000, Mikroprosesor Intel telah memproduksi seri PC 60786 dengan kemampuan kapasitas DRAM 256 Megabits. Teknik pembuatan dengan meniru model penyusunan DNA, yang dalam biologi berfungsi untuk menyusun molekul-molekul yang lebih komplek. Dengan teknologi X-Rays litographi dapat dibuat mikroposesor yang lebih kecil yaitu dengan ukuran 0, sampai 0,5 mikron, bekerja lebih cepat, tidak membutuhkan banyak daya serta sedikit menghasilkan panas dan yang lebih penting kemampuan komputer yang ada sekarang akan dapat ditingkatkan hingga satu juta kali. Selain itu kajian teoritis tentang semi-konduktor berkecepatan tinggi terus dilakukan orang.
Komputer pada masa sekarang juga banyak digunakan untuk membantu orang yang tuli dalam mempelajari bahasa Kode. Program komputer ini dikembangkan oleh seorang siswa SMA dari Florida yaitu Daniel J. Johnston.
Sejak tahun 1976, Indonesia telah memasuki era di mana telah beroperasinya SKSD Palapa 1. Pada era tersebut, teknologi informasi dan komunikasi memegang peranan penting sebagi teknologi kunci. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi dapat meningkatkan kinerja dan memungkinkan berbagai kegiatan dapat dilaksanakan dengan cepat, tepat dan akurat termasuk dalam dunia pendidikan. Dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi ini, siapapun harus mau dan siap dengan munculnya dampak positif maupun negatif ke kalangan masyarakat Indonesia.
Penemuan teknologi komputer, sejak awal dimaksudkan untuk membantu meringankan pekerjaan manusia agar lebih efektif dan efisien. Perkembangan komputer ini diikuti dengan lahirnya internet yang mampu menyebarkan informasi dengan cepat tanpa adanya batasan ruang dan waktu. Perkembangan teknologi juga mengalami kemajuan yang pesat mulai dari ditemukannya telegraph (sistem telekomunikasi jarak jauh) pada tahun 1835, telepon pada tahun 1876, sambungan telepon jarak jauh menggunakan satelit pada tahun 1952 hingga telepon seluler digunakan secara luas pada tahun 1985. Teknologi komputer dikenalkan di Indonesia sejak tahun 1970 sampai tahun 1972-an. Universitas Indonesia merupakan salah satu perguruan tinggi pertama yang menjadi salah satu tempat pengenalan komputer di Indonesia. Dari sinilah teknologi komputer mulai disebarluaskan ke Indonesia. Semua komunitas akademis perguruan tinggi dan industri Indonesia pernah mendapatkan pengenalan teknologi komputer dari Universitas Indonesia.
Penggunaan komputer pada pendidikan di sekolah telah dimulai sejak tahun 1980-an. Pada tahu tersebut juga bmuncul perkembangan multimedia yaitu diawali dengan berkembangnya CD-ROM yang berisi music dan data berupa hiperteks untuk keperluan penyimpanan informasi. Teknologi informasi dan komunikasi tidak identik dengan komputer, namun juga dengan segala sesuatu yang berupa software dan hardware yang dapat membantu manusia.
Teknologi informasi dan komunikasi di Indonesia dapat memudahkan kita dalam belajar dan mendapatkan informasi yang kita butuhkan dari mana saja, kapan saja serta dari siapa pun. Dalam dunia pendidikan perkembangan teknologi mulai dirasakan mempunyai dampak yang positif karena dengan berkembanganya teknologi informasi dan komunikasi dalam dunia pendidikan mulai memperlihatkan perubahan yang cukup menonjol. Banyak hal yang dirasa berubah serta berbeda apabila dibandingkan dengan cara yang dipakai sebelumnya. Pada masa sekarang, jarak maupun waktu bukanlah sebuah masalah yang cukup berarti untuk mendapatkan suatu pengetahuan karena sudah tercipta berbagai aplikasi untuk membantu manusia dalam mendapatkan pengetahuan tersebut.
Di Indonesia, pada sekitar tahun 2000 internet relatif baru dikenal oleh masyarakat dan frekuensi pengguna belum banyak. Namun, perkembangan internet di Indonesia telah menunjukkan perkembangan yang signifikan.

Perkembangan tersebut telah menumbuhkan peningkatan jumlah perusahaan penyedia jasa layanan internet atau ISP (Internet Service Provider), yang pada akhir 2001 telah mencapai 68 ISP. Hal ini menunjukkan bahwa peluang pasar yang dilahirkan dari internet cukup besar. Pada tahun 2001 memang secara global terjadi penurunan khususnya bisnis cyberspace, namun hal itu merupakan seleksi alam di mana ternyata justru peningkatan layanan pelanggan semakin meningkat dan menunjukkan bahwa pemain bisnis yang tetap bertahan adalah para pemain yang serius akan model bisnis yang dikembangkan.
Disamping kondisi positif tersebut, pada pertengahan kwartal pertama tahun 2002, sebuah jaringan ISP terluas WasantaraNet telah menutup sebagian besar kantor cabangnya. Kemudian disusul ISP yang memiliki jaringan luas, yaitu MegaNet juga telah menutup semua kantor operasionalnya. Kondisi ini jelas kurang menguntungkan bagi perkembangan akses informasi oleh masyarakat. Ada beberapa hal yang menyebabkan tidak beroperasinya kembali sebagian kantor cabang ISP tersebut, diantaranya karena alasan biaya operasional yang terlalu tinggi, yang tidak bisa dipenuhi. Namun, pada perkembangannya terakhir disebutkan bahwa alasan utamanya adalah karena persaingan tidak sehat yang dilakukan oleh TELKOM, dengan TelkomNetnya.
Internet di Indonesia umumnya membawa konotasi bisnis. Hal ini mungkin disebabkan internet masuk melalui Penyelenggara Jasa Internet (PJI) atau Internet Service Provider (ISP) yang sifatnya komersial. Nilai-nilai yang ada di internet kental dengan nilai-nilai yang ada di lingkungan pendidikan.
Yang utama bagi pengguna internet di Indonesia adalah akses yang murah dan cepat, sehingga mereka dapat menikmati perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, terutama internet di tingkat masyarakat daerah. Semua itu akan terwujud jika pengambil kebijakan di bidang ini dapat memiliki pandangan yang seimbang, baik dari segi pengguna internet maupun dari segi perusahaan penyedia jasa layanan internet dalam teknologi informasi dan komunikasi.
Seluruh komputer yang terhubung dalam internet saling berkomunikasi menggunakan protocol TCP/IP (Transmision Control Protocol/Internet Protocol), yang dikembangkan oleh DARPA. Tiga fasilitas/aplikasi utama dari TCP/IP adalah sebagai berikut.
1. Electronic Mail/Email/Messaging
Adalah fasilitas yang paling sering digunakan di internet. Dengan fasilitas ini seseorang dapat membuat dan mengirimkan pesan tertulis kepada seorang atau kelompok orang lain yang terdaftar di internet.
2. Remota Login
Dengan fasilitas ini seseorang dapat mengakses program di komputer lain. Misalnya peserta didik di sekolah A dapat menjalankan operasi komputer yang terdapat di sekolah B, apabila komputer di sekolah A dan B saling menggunakan TCP/IP.
3. File Transfer
Fasilitas ini memungkinkan terjadinya pengiriman file dari satu komputer ke komputer lain. Sebuah file dapat berisi dokumen, grafik, program komputer, bahkan video maupun suara yang terekam secara digital.
Perkembangan internet tidak dapat dilepaskan dari bidang pendidikan. Adanya internet membuka sumber informasi yang tadinya susah diakses. Akses terhadap berbagai sumber informasi bukan menjadi suatu masalah lagi. Perpustakaan merupakan salah satu sumber informasi yang mahal harganya (Rahardjo, Budy .2009:75). Namun, setelah muncul internet, peserta didik dimanapun dia berada dapat mengakses pakar dari mana saja. Dalam negeri maupun dari luar negeri, karena batasan geografis bukan menjadi masalah lagi. Bagi Indonesia, manfaat tersebut sudah dapat menjadi alas an yang kuat untuk menjadikan internet sebagai infrastruktur dalam bidang pendidikan.
Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi dalam dunia pendidikan banyak memunculkan misalnya penggunaan e-learning, e-library, e-ducation, e-mail, e-laboratory. Seperti pandangan para cendikiawan tentang pendidikan di masa depan bahwa masuknya pengaruh globalisasi, pendidikan masa mendatang akan lebih bersifat terbuka dan dua arah serta beragam.
  • Pemanfaatan TIK dalam Pendidikan di Indonesia
Di Indonesia sendiri, teknologi informasi dan komunikasi mempunyai pemanfaatan yang bermacam-macam bagi penggunanya, termasuk dalam bidang pendidikan. Hal ini dikarenakan teknologi informasi dan komunikasi memiliki komponen-komponen yang dibutuhkan oleh dunia pendidikan.
Teknologi informasi dan komunikasi dalam bidang pendidikan di Indonesia mempunyai peranan yang sangat penting. Adanya teknologi informasi dan komunikasi, dapat meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia. Peranan teknologi informasi dan komunikasi dalam pendidikan antara lain adalah sebagai keterampilan dan kompetensi, karena pendidikan harus mempunyai keahlian dalam menggunakan teknologi. Selain itu, teknologi informasi dan informasi berperan sebagai infrastuktur pembelajaran, bahan ajar disimpan dalam format digital dengan model yang beragam seperti multimedia. Teknologi informasi dan komunikasi sebagai sumber bahan belajar, dimana tanpa teknologi, pembelajaran yang up-to-date membutuhkan waktu yang lama. Teknologi informasi dan komunikasi dalam pendidikan juga berperan sebagai alat bantu dan fasilitas pembelajaran, pendukung manajemen pembelajaran serta sistem pendudukung keputusan.
Papan tulis dimanfaatkan untuk menulis, membuat gambar, grafik. Diagram maupun peta dengan menggunakan kapur tulis yang putih atau berwarna. Sedangkan buku pelajaran dapat memberi kesempatan bagi peserta didik untuk mengulangi atau mempelajari materi baru. Berbeda dengan film, teknologi ini dimanfaatkan untuk menggambarkan peristiwa masa lalu secara realistis dalam waktu yang singkat. Biasanya digunakan dalam mata pelajaran sejarah. Adanya tape recorder dapat digunakan untuk interview atau merekam materi pelajaran.
Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dalam pendidikan yaitu dengan memanfaatkan radio dan televisi dirasa kurang efisien dibandingkan dengan memanfaatkan komputer. Namun, pada awalnya radio digunakan untuk media penataran guru-guru SD di Indonesia. Menggunakan radio dan televisi untuk peserta didik biasanya membutuhkan konsentrasi penuh karena siarannya biasanya tidak dapat diulangi lagi. Sehingga menyulitkan peserta didik yang memiliki kemampuan menangkap materi yang masih rendah. Namun, pada era globalisasi ini masih ada stasiun televisi yang menyiarkan program yang berhubungan dengan pendidikan. Biasanya program televisi tersebut disertakan dengan bermain, dengan kata lain belajar sambil bermain. Tetapi itupun juga tidak maksimal. Penggunaan teknologi informasi dan komunikasi terutama penggunaan komputer sangatlah bermanfaat dalam proses pembelajaran di kelas. Banyak aplikasi yang terdapat dalam komputer.
Salah satu aplikasi di dalam komputer yang sering dipakai dalam proses pembelajaran di kelas adalah Microsoft Power Point yang nantinya akan dipancarkan dengan menggunakan LCD (Liquid Crystal Display). Aplikasi Microsoft Power Point memudahkan pengajar dalam menjelaskan materi yang akan disampaikan kepada peserta didik. Jadi pengajar tersebut tinggal menjelaskan materi apa yang ada dalam power point, tidak seperti sebelum adanya LCD, pengajar masih menggunakan OHP.
Overhead projector (OHP) dapat memproyeksikan pada layar apa yang tergambar atau tertulis pada lembaran plastik transparan. Guru dapat membuat tulisan catatan atau gambar pada plastik transparan tersebut seperti yang dilakukannya pada papan tulis. OHP dapat digunakan tanpa menggelapkan ruangan.
Pembelajaran menggunakan komputer menjadi sesuatu yang penting. Keterampilan menggunakan komputer mendapat perhatian dari organisasi dalam PBB (Perserikatan Bangsa Bangsa) yang menangani pendidikan, ilmu pengetahuan dan kebudayaan yaitu UNESCO (United Nation Education, Scientific and Cultural Organization). Keterampilan dalam mengoperasikan komputer, menggunakan berbagai program baik aplikasi maupun bahasa pemrograman merupakan kecakapan hidup yang bersifat spesifik vocational. Berpedoman pada keadaan peserta didik, komputer harus sudah mengetahui program apa yang tepat untuk digunakan dalam proses pembelajaran. Melalui pembelajaran berbasis TIK, peserta didik menyadari akan pentingnya kehadiran teknologi. Peserta didik harus mampu menggunakan hasil-hasil teknologi, mampu mendesain, membuat suatu karya berbasis teknologi informasi dan komunikasi.
Sedangkan dalam memanfaatkan perkembangan teknologi multimedia, yang melibatkan teks, gambar, suara maupun video yang dapat menyajikan materi dan dimanfaatkan dalam proses pembelajaran, peserta didik dapat mempelajari materi tertentu secara mandiri dengan menggunakan komputer yang dilengkapi program berbasis multimedia. Banyak perangkat lunak yang tergolong sebagai edutainment yang merupakan perpaduan antara education dan entertainment.
Adapun tujuan mempelajari teknologi informasi dan komunikasi adalah:
· Pada aspek kognitif, dapat mengetahui, mengenal atau memahami teknologi informasi dan komunikasi. Meningkatkan pengetahuan dan minat peserta didik pada teknologi, serta meningkatkan kemampuan berfikir ilmiah sekaligus persiapan untuk pendidikan di masa mendatang.
· Pada aspek afektif, dapat bersifat aktif, kreatif, apresiatif dan mandiri dalam penggunaan teknologi informasi dan komunikasi. Serta dapat menghargai karya cipta di bidang teknologi informasi dan komunikasi.
· Pada aspek psikomotor, terampil memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk proses pembelajaran serta dalam kehidupan sehari-hari. Membentuk kemampuan dan minat peserta didik terhadap teknologi.
Pembelajaran teknologi informasi dan komunikasi di sekolah dengan tujuan supaya peserta didik memiliki kompetensi untuk memanfaatkan teknologi informasi sebagai perangkat keras dan perangkat lunak dalam mengolah, menganalisis dan mentransmisikan data dengan memperhatikan dan memanfaatkan teknologi komunikasi untuk memperlancar komunikasi dan produk teknologi informasi yang dihasilkan bermanfaat sebagai alat dan bahan komunikasi yang baik.
Salah satu produk dari perkembangan teknologi informasi dan komunikasi adalah internet. Internet berperan dalam menciptakan e-learning atau pendidikan jarak jauh. Sekolah tidak lagi dilakukan dengan suasana di kelas di mana siswa dan guru bertemu. Sekolah dapat dilaksanakan dengan mengakses modul-modul pembelajaran. Begitu pula untuk pengiriman tugas-tugas. Para siswa dengan leluasa dapat mengatur waktu untuk belajar kapan saja dan di mana saja.
Internet mempunyai beberapa keunggulan dan keistimewaan antara lain adalah efisiensi, tanpa batas karena internet tidak mengenal batas negara, benua maupun waktu. Dengan kata lain internet terbuka 24 jam. Tidak ada waktu khusus untuk memperoleh informasi dari internet, kapanpun seseorang mempunyai waktu luang, ia dapat memperoleh informasi yang ia butuhkan pada saat itu juga. Apabila dibandingkan dengan media lainnya (koran), dapat meyajikan informasi ke tangan pembaca dengan memerlukan waktu yang lebih lama. Internet juga interaktif, siapapun bebas mengatur jalannya penyajian informasi dalam internet. Semua yang ingin menyajikan informasi dalam internet juga tidak perlu membuat izin, tanpa sensor, karena tidak ada peraturan khusus dalam internet. Biaya internet murah bahkan ada yang gratis, berbagai fasilitas dari situs yang menyediakan layanan internet bermunculan dan memanjakan para pengguna internet dengan fasilitas yang mereka berikan.
Dengan adanya internet, pendidikan di Indonesia menjadi semakin mudah. Pemanfaatan internet untuk pendidikan Indonesia antara lain adalah:
· Akses sumber informasi
Sebelum adanya internet, masalah utama yang dihadapi pendidikan adalah akses sumber informasi. Perpustakaan yang konvensional merupakan sumber informasi yang tidak murah. Buku dan jurnal harus di beli dengan harga mahal. Pengelolaan yang baik juga tidak mudah. Indonesia merasa kesulitan akan hal tersebut. Jika terdapat internet, akan memungkinkah untuk memudahkan dalam mengakses sumber informasi. Internet dapat dianggap sebagai sumber informasi yang sangat besar. Bidang apapun yang diminati, pasti ada informasi di internet. Contoh sumber informasi yang ada di internet yang tersedia secara online, adalah library dan online journal.
· Akses ke pakar
Internet menghilangkan batas ruang dan waktu sehingga memungkinkan seorang peserta didik berkomunikasi dengan pakar di tempat lain.
· Media kerjasama
Kolaborasi atau kerjasama antara pihak-pihak yang terlibat dalam bidang pendidikan dapat terjadi dengan lebih mudah, efisien dan lebih murah.
Dengan adanya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, ada banyak manfaat yang dapat dipetik oleh lembaga pendidikan, peserta didik, maupun masyarakat pada umumnya. Lembaga pandidikan dapat memperoleh kontribusi dari sistem e-Education berupa: perluasan jaringan minat kerja, baik dalam lembaga atau instansi di dalam maupun di luar negeri, serta pengendalian biaya khususnya pengurangan biaya pembangunan sarana fisik. E-education mengefektifkan hubungan antara peserta didik dan pendidik karena peserta didik dapat berkonsultasi atau belajar bersama pendidik tanpa terikat tempat dan waktu. Selanjutnya, lembaga pendidikan dapat membangun simulasi-simulasi pendidikan seperti e-library, serta memperluas akses informasi. Lembaga pendidikan diuntungkan dalam segi penekanan biaya transportasi, akomodasi, dan penyediaan aset fisik.
E-learning merupakan bentuk pembelajaran yang memanfaatkan fasilitas teknologi informasi dan komunikasi. Keberhasilan e-learning dipengaruhi oleh daya beli pengajar dan peserta didik terhadap fasilitas teknologi informasi dan komunikasi yang dibutuhkan untuk mengakses internet dengan menyediakan komputer, modem, laptop ataupun notebook. Dengan teknologi e-learning, mampu menyajikan bahan ajar dan menyimpan instruksi pembelajaran yang dapat diakses kapanpun dan dari manapun. E-learning juga tidak membutuhkan tempat yang luas sebagaimana ruang kelas yang konvensional. Dengan teknologi ini, telah memperpendek jarak antara pengajar dan peserta didik. Peserta didik juga tidak selalu bergantung pada pengajar.
Seluruh infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi digunakan secara bersama-sama dalam proses operasional lembaga pendidikannkarena meruapakan tulang punggung terciptanya sistem terintegrasi, dengan biaya yang relatif terjangkau. Dalam jangka pendek, menengah maupun jangka panjang lembaga pendidikan harus mengembangkan infrastrukturnya. Dengan begitu, pengembangan teknologi yang dibangun sejalan dengan strategi lembaga pendidikan.
  • Pengaruh Penggunaan TIK dalam Pendidikan di Indonesia
Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi dimanfaaatkan dalam pendidikan. Dari pemanfaatan tersebut membawa pengaruh positif maupun negatif bagi pendidikan.
Adapun dampak positif dari penggunaan teknologi informasi dan komunikasi dalam bidang pendidikan di Indonesia adalah:
· Siaran dapat menyamakan hal-hal yang tidak dapat disajikan oleh guru seperti musik, bentuk kebudayaan, kesenian dan sebagainya.
· Informasi yang dibutuhkan semakin cepat dan dapat dengan mudah pengetahuan yang diinginkan sesuai kebutuhan pendidikan.
· Proses pembelajaran lebih interaktif dan menarik. Peserta didik tidak jenuh dengan metode pembelajaran yang memanfaatkan aplikasi komputer.
· Inovasi dalam pembelajaran semakin berkembang yaitu dengan adanya inovasi e-learning yang semakin memudahkan dalam proses pendidikan. Sistem pembelajaran tidak harus tatap muka.
· Sistem administrasi pada sebuah lembaga pendidikan juga semakin mudah dan lancar karena adanya penerapan teknologi informasi dan komunikasi.
Sedangkan dampak negatif dari penggunaan teknologi informasi dan komunikasi dalam bidang pendidikan di Indonesia, yaitu:
· Dampak negatif televisi adalah melatih peserta didik untuk berpikir pendek dan konsentrasinya rendah.
· Tayangan berbau kekerasan atau pornografi tidak baik untuk pembelajaran. Yang ditakutkan adalah anak mengikuti apa yang sudah dilihatnya pada tayangan televisi.
· Pengaruh buruk adanya komputer adalah menjadikan anak menjadi malas. Karena mereka asyik bermain (games) dengan komputer.
· Mampu mengakses internet merupakan hal yang baik, namun juga menjadi suatu ancaman apabila yang diakses adalah hal yang negatif seperti hal-hal yang berhubungan dengan seks dan kekerasan.
· Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi mempermudah terjadinya pelanggaran terhadap hak kekayaan intelektual karena mudahnya mengakses informasi menyebabkan tindakan plagiasi.
· Jika terjadi suatu kecerobohan dalam menjalankan suatu sistem (administrasi) sekolah maka akan berakibat fatal.
Dengan adanya penggunaan teknologi terhadap pendidikan dan menimbulkan dampak negatif, maka dampak negatif tersebut dapat diatasi dengan cara di bawah ini, antara lain adalah:
· Waspada dengan adanya penayangan program televisi misalnya yang menimbulkan aksi pornografi dan kekerasan.
· Menghindari memberikan televisi pribadi dalam kamar anak. Karena dengan begitu sama saja dengan membebaskan anak untuk menonton acara yang tidak selayaknya tidak ditonton oleh mereka.
· Mewaspadai adanya pornografi pada internet baik online maupun offline.
· Mempertimbangkan pemakaian internet dalam pendidikan, khususnya untuk anak dibawah umur yang masih harus diawasi.
· Membatasi pemakaian komputer maupun internet pada anak, karena jika terlalu lama bermain-main membuat anak menjadi malas untuk belajar.
· Meletakkan komputer maupun televisi yang tempatnya dapat dijangkau untuk mengawasi pemakaian oleh anak.
· Buat perpustakaan mini di rumah sehingga membuat rumah lebih bersifat edukatif.
Diprediksikan bahwa di masa mendatang, isi dari tas sekolah bukan lagi buku-buku dan alat tulis seperti sekarang ini, akan tetapi antara lain berupa komputer notebook yang dapat mengakses internet tanpa kabel yang isinya materi-materi pembelajaran yang dapat dilihat, didengar serta dilengkapi dengan kamera digital dan perekam suara. Jangankan di masa mendatang, pada era globalisasi ini, sudah banyak peserta didik yang sudah terpengaruh oleh adanya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Namun, dengan keadaan yang seperti itu, dapat menyebabkan peserta didik terlalu bersifat individual dalam belajar sehingga mengurangi pembelajaran yang bersifat sosial. Sedangkan dari spek informasi yang diperoleh dari internet keakuratan informasi juga tidak terlalu terjamin kebenarannya. Dengan begitu dapat membahayakan peserta didik, apalagi peserta didik tersebut tidak memiliki jiwa yang kritis terhadap informasi yang ia peroleh.
Walaupun perkembangan teknologi informasi dan komunikasi pada pendidikan juga membawa dampak negatif, jangan sampai tidak memanfaatkan teknologi tersebut. Karena jika seperti itu, maka akan ketinggalan informasi. Apalagi informasi-informasi tersebut kebanyakan terdapat pada internet. Yang penting harus mempertimbangkan adanya kebutuhan akan teknologi informasi dan komunikasi, menggunakan teknologi tidak berlebihan serta mengetahui etika dalam penggunaan teknologi.

Sumber: http://wwwputriapsari-cepuk.blogspot.com/2012/04/perkembangan-teknologi-informasi-dan.html